Mamuju Run 2026Iklan
Beranda β€Ί Kabar Daerah β€Ί Detail
Kabar Daerah

Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

✍️ NasπŸ—“ 17 Oktober 2026πŸ‘ 17 dibaca ⏱ 4 menit baca
Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol
Mamuju (malaqbi.com) Ada pesan kehidupan yang mendalam dalam kegiatan Subuh Keliling yang dilaksanakan Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulawesi Barat bersama para Bintara Remaja. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana sederhana, hangat, dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai keimanan, integritas, serta kesadaran terhadap bahaya judi online dan jeratan pinjaman online.
Duduk bersama tanpa sekat jabatan dan pangkat, para pejabat Polda Sulbar memberikan pembinaan kepada generasi muda Polri agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif, keinginan memperoleh kekayaan secara instan, maupun kebiasaan berutang hanya demi memenuhi tuntutan penampilan dan pergaulan.
Pesan utamanya sederhana, tetapi memiliki makna mendalam yaitu jangan sampai keinginan sesaat menghancurkan masa depan yang telah diperjuangkan dengan susah payah.
"Jadilah Dirimu Sendiri, Hiduplah Sesuai Kebutuhan, Bukan Memaksakan Keinginan."
Dalam pembinaan tersebut, bahaya judi online dan pinjaman online menjadi perhatian penting karena keduanya dapat menimbulkan persoalan keuangan, tekanan psikologis, konflik keluarga, hingga pelanggaran disiplin dan hukum.
Bagi Bintara Remaja yang baru memulai perjalanan pengabdiannya sebagai anggota Polri, kemampuan mengendalikan diri dan mengelola keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan serta karier yang baik.
Keinginan memiliki barang mewah, mengikuti gaya hidup orang lain, atau mencari keuntungan secara cepat tidak boleh mengalahkan akal sehat dan tanggung jawab.
"Tidak semua yang kita inginkan harus kita miliki. Tetapi apa yang benar-benar kita butuhkan harus kita perjuangkan dengan cara yang baik dan benar."
Nilai itulah yang menjadi inti pembinaan agar personel muda Polri tidak menjadikan gengsi sebagai ukuran keberhasilan hidup.
Sebab, kebahagiaan bukan ditentukan oleh mahalnya barang yang digunakan, melainkan oleh ketenangan hati, keberkahan penghasilan, dan kemampuan menjaga amanah keluarga serta institusi.
Kabid Humas Polda Sulawesi Barat, Kombes Pol Memo Ardian, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pembinaan kepada Bintara Remaja melalui kegiatan Subuh Keliling merupakan bagian dari penguatan karakter personel dalam mendukung program Polisi Bersama Masyarakat.
Menurutnya, polisi yang dipercaya masyarakat harus terlebih dahulu memiliki integritas, pengendalian diri, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui Subuh Keliling, para Bintara Remaja tidak hanya diajak memperkuat keimanan dan ketakwaan, tetapi juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga diri dari judi online, pinjaman online yang tidak terkendali, dan perilaku konsumtif. Jadilah diri sendiri, hiduplah sesuai kebutuhan, jangan memaksakan keinginan hanya untuk terlihat hebat di mata orang lain," terang Kabid Humas.
Ia menekankan bahwa setiap anggota Polri memiliki perjalanan kehidupan yang berbeda. Karena itu, tidak perlu membandingkan kemampuan ekonomi pribadi dengan orang lain hingga akhirnya terjebak dalam utang dan perilaku yang merugikan.
"Jangan malu hidup sederhana. Yang harus kita malu adalah ketika memaksakan gaya hidup di luar kemampuan, kemudian mengorbankan keluarga, pekerjaan, dan kehormatan diri sendiri. Seragam Polri adalah amanah. Jangan sampai rusak hanya karena tidak mampu mengendalikan keinginan," lanjutnya.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa Subuh Keliling bukan sekadar pelaksanaan ibadah berjamaah, tetapi juga menjadi sarana pembinaan moral, kedisiplinan, dan komunikasi langsung antara pimpinan dengan anggota.
Kehadiran Kabidpropam dan Kabidkum memberikan pesan penting bahwa pencegahan pelanggaran harus dimulai melalui pembinaan sejak dini, bukan semata-mata dengan pemberian sanksi setelah terjadi pelanggaran.
Kabidpropam memiliki peran penting dalam memperkuat disiplin dan etika profesi, sementara Kabidkum memberikan perspektif kesadaran hukum agar para Bintara Remaja memahami konsekuensi setiap tindakan yang dilakukan.
Melalui pendekatan keagamaan dan komunikasi yang humanis, diharapkan tumbuh kesadaran dari dalam diri setiap anggota untuk menjauhi perilaku yang dapat merusak masa depan.
Kabid Humas menambahkan bahwa program Polisi Bersama Masyarakat harus dibangun oleh personel yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan dapat menjadi teladan.
Bagaimana polisi mampu mengingatkan masyarakat tentang bahaya judi online apabila dirinya sendiri terjerumus di dalamnya? Bagaimana polisi dapat memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan apabila tidak mampu mengendalikan pengeluaran pribadinya?
Karena itu, pembinaan internal menjadi langkah penting sebelum anggota Polri tampil sebagai penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.
"Jadilah polisi yang kaya akan kejujuran, kaya akan kepedulian, dan kaya akan pengabdian. Tidak masalah hidup sederhana, selama kita dapat tidur dengan tenang, keluarga bahagia, dan kehormatan tetap terjaga," ungkap Memo
Melalui kegiatan ini, Polda Sulbar berharap para Bintara Remaja mampu membangun kebiasaan hidup yang sehat, menggunakan penghasilan secara bijaksana, menjauhi judi online, berhati-hati terhadap layanan pinjaman online, dan menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam mengambil keputusan.

Komentar

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Tekankan Personelnya Pelayanan Bersih dan Humanis

πŸ‘ 30 dibaca

MUI dan DPRD Sulbar, Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

πŸ‘ 22 dibaca

Tim Siaga Darurat BPBD Sulbar Pantau Sebaran Titik Panas dan Kabut Asap

πŸ‘ 31 dibaca

Kondisi Iklim Kian Memburuk Dampak Karhutlat, Polda Sulbar Gelar Doa Bersama

πŸ‘ 30 dibaca